Choose color scheme

Konsultan Rak

  • PROFIL PENULIS

    Home > Membuka Toko > Profil Penulis

     

    New Picture

    Fras. M. Royan lahir di Bangkalan, 15 Juli 1964. Lulus dari SMA Negeri X Surabaya, tahun 1984. Sebagai anak tertua dari tujuh bersaudara, ia terpaksa harus melupakan cita-cita untuk menjadi seorang dokter karena orang tua tak mampu untuk membiayai kuliah. Suatu hari, seorang saudara ipar datang menawarkan pekerjaan sebagai tenaga pemasar. Peluang pekerjaan itu disambutlah dengan antusias. Mulai tahun 1985 menjelajah keberbagai kota di Jawa Timur dan sebagian Jawa Tengah sebagai salesman. Lebih dari seribu customer telah menjadi seperti saudara sendiri. Dari merekalah kekayaan pengetahuan untuk berwirausaha didapat.

  • X. MEMBERDAYAKAN TOKO SEBAGAI BAGIAN DARI PEMASARAN

    Home > Membuka Toko > Bab 10 

    Memberdayakan Toko sebagai Bagian dari Pemasaran

    ilustrasi-pemasaran

    Toko sangat penting sebagai bagian dari pemasaran. Ini terlihat dari peran sertanya dalam menyerap sejumlah produk yang berasal dari berbagai perusahaan. Terutama untuk kategori produk-produk konsumsi yang penyalurannya menggunakan lembaga perantara sebelum produkitu sampai ke konsumen pemakai. Sayangnya, selama ini perusahaan kurang memperhatikan toko sebagai bagian dari mata rantai saluran distribusinya. Perusahaan lebih mementingkan kerja samanya dengan perusahaan distributor sebagai bagian penyalur “besar” yang menangani distribusi produk sampai ke konsumen. Begitu pula dalam pencapaian omzet penjualan, perusahaan jarans memberikan pelajaran kepada toko sebagai bagian yang selama ini aktif menjual produk-produknya. Perusahaan lebih sibuk dengan menyusun sales force yang besar dan lebih senang menghambur-hamburkan dana yang nilainya sampai miliaran rupiah hanya untuk kegiatan beriklan.

    Pada akhirnya, pemilik toko merespons dengan cara “cenderung” menjual produk produk yang laku saja dibanding harus menu produk yang kurang laku. Pemilik toko lebih senang menanggapi salesman perusahan yang menjual produk dengan cara konsinyasi pada membelinya dengan cara tunai. Pemilik toko juga lebih suka bereaksi pada program-program yang diadakan perusahaan, seperti pajangan berhadiah, diskon potongan yang besar dan pemberian hadiah untuk pembelian sejumlah barang tertentu. Namun, semuanya tidak akan memberikan pelajaran berarti pada pemilik toko untuk mengelola tokonya lebih baik.

    Kenyataan yang ada, toko-toko yang semula adalah harapan bagi perusahaan sebagai outlet untuk penyebaran produknya, berguguran satu persatu karena tidak dikelola dengan baik oleh Pemiliknya. Tugas dan tanggung jawab yang berat agar omzet Perusahaan tetap stabil adalah memberi Pelajaran kepada pemilik toko, dengan cara memberi pengetahuan pada salesman mengenai “tatacara mengelola toko yang baik” yang terdiri atas: tepat bila berjanji, memiliki Pelayanan yang baik, mencari barang murah, Pandai memanfaatkan sumber dana, tidak lupa dengan pembukuan. menyimpan arsip tagihan. menyimpan alamat dan nomor telepon Perusahaan, menyimpan daftar harga, *Perhatikan barang dikembalikan dan arsipkan, memanfaatkan buku cek dan giro bilyet, menyediakan uang tunai, dan membina hubungan perusahaan. Inilah sebuah kombinasi menjual Produk dan pembinaan kepada toko yang jarang dilakukan oleh sales. man-salesman perusahaan manapun.

    Seperti yang saya kutip dari The Strategic Marketing Plus 2000 Conceptual frame work. nya Hermawan Kartajaya, bahwa: “Pada gilirannya, pelanggan yang puas akan meneruskan hubungan dengan karyawan (Salesman-pen) yang memuaskannya, sekaligus memberikan laba jangka panjang kepada pemilik perusahaan. Sebab, pelanggan yang puas akan melakukan pembelian ulang dan memberikan rekomendasi pada orang lain untuk membeli dari perusahaan bersangkutan. “Ini berarti, di dalam persaingan yang sudah tidak terlihat lagi perusahaan harus menjaga kepuasan seorang pelanggan secara terus menerus, yang pada akhirnya seorang pelanggan bukan saja sebagai “objek” tetapi akan menjadi partner dalam suatu usaha. Inilah konsep mendatang untuk perusahaan-perusahaan yang telah mengutamakan partnership dalam usahanya.

    Selain itu, menurut Philip Kotler yang saya kutip secara bebas bahwa lembaga perantara. dalam hal ini toko, merupakan bagian mata rantai yang tidak mungkin dipisahkan dalam rangkaian sebuah saluran distribusi, terutama untuk produk konsumsi atau produk untuk kebutuhan sehari-hari. Sehingga memberdayakan toko agar menjadi lestari sebagai outlet kegiatan pemasaran suatu perusahaan, secara tidak langsung harus dipikirkan. Inilah terobosan baru yang harus menjadi pertimbangan. mengingat kini toko yang telah berkembang pesat dan dikelola dengan baik tidak saja berperan sebagai toko yang melayani konsumen langsung. tetapi telah mendistribusikan Produk-produk yang berasal dari suatu perusahaan. Misalnya, Alfa Retailindo selain melayani Konsumen secara langsung juga melayani pelanggan (toko lain yang berada di luar lingkungan usahanya. Indomaret membuka cabang dengan Puluhan toko minimarket di tiap kota secara agresif yang tersebar di seluruh penjuru kota ditanah air. Hal itu dilakukan tak lain adalah untuk menjual Produk-produk yang dihasilkan oleh perusahaan yang termasuk dalam groupnya. Indogrosir, Makro. Matahari, dan Hero adalah Perwujudan pengelolaan toko yang telah dikembangkan untuk melayani konsumen lebih serius.

    Bukan itu saja. sampai-sampai Hari Darmawan. Founding fathers- Honorary Chair. man Matahari Group mendirikan sekolah bagi Pengembangan toko bernama halai Business Institute bekerjasama dengan Australian institute of Management, bobson College (AS) dan IGDS (Swiss), sebagai wujud untuk memberdayakan toko sebagai bagian dari mata rantai saluran distribusi produk-produk perusahaan. Hari Darmawan sendiri menurut pernyataannya sangat khawatir dengan pelanjut bisnisnya dan sampai hari ini mungkin sudah sekitar 200 lembar sertifikat dikeluarkan untuk pebisnis (pemilik toko) yang telah mengikuti pelatihan. Alamat lengkap sekolahnya dapat dihubungi di RBI, Jl. Pondok Pinang Centre Blok C-38 Lt.1, Jl. Ciputat Raya. Jakarta Selatan 12310.

    Selain toko menjadi tanggung jawab perusahaan dalam memberikan arahan bagaimana mengelolanya dengan baik, pemilik toko itu sendiri adalah “kunci penting” dalam menyukseskan toko yang dikelolanya. Dengan tidak bermaksud merendahkan bahwa toko adalah usaha yang berada di bawah tingkat perusahaan pemasoknya, toko yang solid yang tersebar di mana-mana menjadi kekuatan penting dalam menjalankan distribusi sebuah produk. Oleh sebab itu, kalau bisa saya rumuskan,

    Pertama, upaya memberdayakan toko agar si owner memiliki pengetahuan mengenai tata cara mengelola toko yang baik adalah tanggung jawab perusahaan. Dalam hal ini yang melaksanakan adalah salesman yang bersentuhan langsung dengan pelanggannya serta pemilik toko itu sendiri “menjadi kunci” dalam usahanya untuk melestarikan toko sebagai sumber nafkah bagi keluarga.

    Kedua, pemilik toko yang telah berkembang baik selayaknya melakukan pemasaran yang தள untuk mendapatkan omzet yang maksimal sehingga terpenuhi target pribadi untuk memenuhi kebutuhan hidupnya Carаnуа bisa menggunakan apa yang dilakukan oleh pendahulunya, yaitu toko-toko modern seperti: Alfa Retailindo, Indomaret Indogrosir atau Makro.

    Ketiga, bila disangkut pautkan sulitnya membangun ekonomi kerakyatan, maka kini saatnya memberdayakan toko sebagai cikal bakal usaha yang kelak besar menjadi sebuah usaha supplier. Hal ini sudah banyak dilakukan oleh kebanyakan etnis Tionghoa mengembangkan tokonya ke arah home industry, ataw industri-industri ekspor. Kini juga telah menjadi trend setter membuka factory outlet sebagai Perwujudan melayani konsumen. secara langsung dengan harga yang paling murah.

    Keempat, memberdayakan toko memiliki tujuan antara lain: sebagai sarana perusahaan mendistribusikan produk-produknya, mengajak toko untuk berinteraksi secara teratur dengan perusahaan, menjaga produk dari kerusakan, dan bekerja sama untuk memasarkan produk lebih intensif.

    Pada akhirnya, toko menjadi sangat penting bagi kegiatan perusahaan selain kegiatan-kegiatan lain, seperti beriklan, menetapkan harga, menentukan saluran distribusi yang tepat (memilih agen tunggal atau toko retailer (pen),dan merancang produk yang dihasilkan sedemikian rupa sesuai selera konsumen. Dengan demikian, tidak dapat dihindari lagi bahwa hubungan antara toko dan perusahaan yang harmonis akan menjadi senjata pemungkas dalam tujuan pemasaran suatu produk, baik dalam jangka pendek maupun dalam jangka panjang, semua itu akan terus berlanjut !

    Rak Toko | Rak Minimarket | Rak Supermarket | Rak gudang

  • IX.5 MENGENDALIKAN KEWAJIBAN YANG HARUS DIBAYAR

    Home > Membuka Toko > Bab 9 > Mengendalikan Kewajiban yang Harus Dibayar

     

     

    images

    Mengurangi kewajiban berarti mengurangi cash out flow. Kewajiban suatu toko juga dipengaruhi oleh besar kecilnya kewajiban yang harus dibayar. Bila cash inflow toko lebih kecil dari cash out flow, bencana pasti akan menimpa Anda. Toko menjadi tidak seimbang lagi karena harus mengeluarkan sejumlah uang yang melebihi pemasukan toko. Bisa jadi, tagihan yang dibayar melebihi laba penjualan yang diterima toko.

    Mengurangi kewajiban berarti Anda harus mengendalikan pengeluaran – pengeluaran yang ada. Sering kali kita tidak sadar dengan banyaknya kewajiban kecil yang harus dikeluarkan, seperti membayar rekening listrik. PDAM, telepon, handphone, kartu kredit, atau hutang – hutang pada supplier. Meningkatnya rekening – rekening tersebut dapat mengganggu cash flow toko. Seorang customer saya selalu berhati-hati dengan kewajibannya. Misalnya, bila ada pipa air yang bocor dengan cepat memperbaikinya tanpa harus menunggu kerusakan lebih parah, karena kerusakan itu dapat menambah biaya rekening semakin tinggi. Bila menggunakan listrik customer saya juga memperhatikan. Dia mematikan lampu-lampu yang tidak dipakai dan segera pula mematikan lampu-lampu yang digunakan malam hari. Dia akan mematikan lampu depan tokonya pada pukul lima pagi dan menghidupkannya pukul enam sore. Memang. bila dihitung tidaklah seberapa selisihnya,tapi dia rupanya mendisiplinkan diri untuk tidak boros dengan segala sesuatu yang harus dibayar dengan uang. Begitu pula bila menggunakan telepon. dia akan berbicara seperlunya dan menghindari menelepon bila tak penting.

    Memiliki handphone saat ini memang sedang musim. Semua orang dapat bergaya dengan handphone di genggaman tangannya. Hanya orang-orang yang memiliki kelebihan uang yang bisa memakai handphone, begitulah image yang berkembang akhir-akhir ini. Herannya, meskipun memiliki uang. Pak Acong sama sekali tak tertarik dengan benda yang satu ini. Kelihatannya “lucu”, orang sesukses dia tidak memiliki alat komunikasi untuk menghemat waktunya. Ternyata Pak Acong menilai bahwa memakai handphone baginya adalah suatu pemborosan. Memang betul, menggunakan pesawat yang satu ini akan menimbulkan suatu kewajiban pada pemiliknya. Pulsa handphone yang dibayar tiap bulan itu akan menjadi kewajiban yang harus dipenuhi. Kalau boleh saya katakan “arogan”. Pemilik handphone “dipaksakan” untuk selalu membayar kewajibannya. Menurut saya tidaklah dilarang memiliki handphone. Akan tetapi, bila handphone tersebut hanyalah sebagai benda inventaris belaka, maka memiliki HP sangatlah berbahaya. Apakah tidak sebaiknya memakai telepon konvensional saja?

    Kartu kredit yang Anda miliki juga dapat menambah kewajiban, terlebih jika kartu ini tidak sering digunakan. Kartu kredit tak jarang akan menjerat seseorang untuk berhutang melebihi kemampuannya.Pakailah kartu kredit untuk keperluan-keperluan strategis. Seorang customer saya menggunakannya dengan bunga 1 persen, untuk membeli barang di toko khusus, kemudian barang itu dijualnya kepada orang lain dengan keuntungan tertentu dan mendapatkan uang tunai. Kemudian uang tunai yang didapat digunakan untuk membeli barang keperluan tokonya, yang bisa dijual dengan cepat. Uang tunai yang diperolehnya dari penjualan barang yang dibelinya dengan kartu kredit dapat berfungsi sebagai cash flow. Lebih berbahaya lagi, bila terlambat membayar kartu kredit, tentunya akan dikenai denda yang cukup lumayan. Bunga yang harus dibayar tersebut akan meningkatkan kewajiban.

    Di sisi lain, membeli produk-produk yang kurang laku dengan cara kredit juga dapat meningkatkan kewajiban kita. Cash flow toko akan terganggu karena uang Anda “membeku” menjadi barang yang tidak laku. Sebaiknya membeli barang-barang yang kurang laku itu dengan cara konsinyasi. Dengan demikian, Anda tidak dibebani hutang yang harus dibayar sebelum barangitu laku. Karenanya, membelibarangyang tidaklakuitu akan meningkatkan kewajiban seorang pemilik toko, bila membeli secarakredit putus atau secara tunai.

    Mengurangi kredit properti dalam jangka panjang. Membeli rumah pada saat cash inflow toko Andarendah sebaiknya jangan dilakukan. Tetapi sebaliknya, memilih kredit dalam jangka pendek, karena jika semakin lama jangka waktu kredit yang diminta, maka kewajiban yang harus dibayar akan besar sekali. Segeralah menutup atau melunasi kredit tersebut ketika keuntungan Anda telah berlipat-lipat melampaui cash out flow. Dengan demikian, belilah aset yang tidak menimbulkan kewajiban yang harus kita bayar, tetapi aset itu selalu memberi penghasilan walau kita tak bekerja untuk asetitu. Sebaliknya. asetlah yang bekerja untuk kita.

    Belajar dari Robert Tpengarangbuku Rich Dad Poor Dad, berlatihlah untuk meningkatkan penghasilan Anda dengan cara membeli aset yang menghasilkan. Karenanya, setiap kali Anda sebagai pemilik toko setelah tutup buku di akhir tahun, berpikir dan burulah aset yang menurut Anda dapat memperbesar penghasilan. Berbisnis membuka toko adalah awal Anda untuk meraih aset yang Anda inginkan kelak. Karena usaha membuka toko diyakini dapat memberi penghidupan pada orang-orang yang mau mencobanya.

    Kalau kita mau mengevaluasi ulang. mengapa etnis Tionghoa lebih berkonsentrasi dengan bidang pekerjaan ini dan tidak memilih bidang lain. Karena membuka toko adalah ajang belajar bisnis yang paling sederhana. Ada suatu kisah, yang mungkin bisa saya ceritakan disini. Barangkali, menurut pandangan secara pragmatis, etnis Tionghoa yang hidup dikota-kota besar memiliki suatu ciri khusus yang sering menjadi persepsi buruk. Yaitu sebuah komunitas yang selalu berkelompok dan tersentralisasi di suatu tempat. Tetapi, suatu ketika saya dapat menepisnya setelah melihat dengan kenyataan bahwa sebenarnya tidak seperti pandangan umum. Mereka sebenarnya sama seperti warga biasa, berdampingan dan hidup bermasyarakat.

    Suatu ketika saya mendatangi suatu desa terpencil. di daerah perbukitan perkebunan kopi. Letak desa itu mendekati kota Banyuwangi dan melewati jalan suatu desa yang terletak antara Situbondo dan Bondowoso. Mobil yang saya naiki merangkak menuju ke atas, dan kemudian sampai disuatu lokasi yang cukup terpencil tersebut. Karena tujuan saya untuk survei dan akan menawarkan beberapa produk perusahaan, saya pun mendatangi toko-toko yang ada di lokasi pasar desa itu. Betapa tercengangnya saya ketika melihat kenyataan bahwa sebagian besar pemilik toko adalah etnis Tionghoa. Fenomena apalagi, pikir saya. Saya juga berpikir kalau mereka tidak bisa berinteraksi dengan warga sekitar, mustahil seorang yang “berbeda” dapat hidup berdampingan di tempat itu.

    Menurut Pak Acong, meskipun agak melenceng dari persoalan bab ini, ternyata etnis Tionghoa memiliki falsafah “dimana ada matahari di sanalah ada sumber kehidupan”. Dan saya pun lebih terkejut, bagaimana mereka mengumpulkan asetnya? Ketika saya tanyakan pada salah satu pemilik toko itu, ternyata asetaset yang dibelinya sesuai dengan keadaan di sana. Bisa sawah, ladang, ataupun gudang penggilingan padi, atau gudang tembakau. Dan falsafah itu agaknya memberi “keteduhan” bagi kita, yang saat ini sedang terancam sumber nafkahnya. Mencoba meniru tidaklah buruk. tetapi bertindak akan lebih baik sebelum terlambat. Tidak peduli seberapa banyak kita akan gagal, tetapi yang lebih penting seberapa banyak kita harus bangkit. Dimana pun kita berada sumber kehidupan itu ternyata ada di sekeliling kita. Seperti pepatah di ia. kalau kita mau menerjemahkan “di mana ada peluang di sanalah rezeki akan kita dapat” Selamat mencoba !!!

    Rak Toko | Rak Minimarket | Rak Supermarket | Rak gudang

  • IX.4 SELALU PERLUKA MEMBELI ASET ?

    Home > Membuka Toko > Bab 9 > Selalu Perlukah Membeli Aset

     

    index

    Kadang kala membeli aset bersentuhan dengan keberanian seseorang berspekulasi. Seseorang yang membeli dengan cara berspekulasi bila beruntung akan mendapatkan aset yang diimpikan. Tetapi, kalau Anda tidak terbiasa dengan pola ini, maka tunggulah sampai keuntungan toko Anda memenuhi untuk membeli aset yang Anda inginkan. Memang, tidaklah selalu perlu untuk membeli aset untuk sebagian pemilik toko yang “pasrah” pada penghasilan toko sebagai sarana untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Berlainan dengan Anda yang saat ini berkomitmen penuh pada usaha toko itu sebagai penghasilan utama. Membeli aset sangat perlu sebagai penunjang perkembangan toko Anda.

    Menurut Pak Acong, setelah toko mengalami kemajuan pesat, ia menunjang perkembangan tokonya dengan membuka pabrik mi untuk memperoleh penghasilan yang lebih besar dari penghasilan toko. Dari mana uang itu sehingga dia mampu membangun sebuah pabrik? Rahasia yang diungkapkan pada saya, pada permulaan investasi, dia membeli sebuah rumah yang dekat dengan kampus dan digunakan sebagai rumah kos. Setelah beberapa tahun rumah kos itu menghasilkan, dia membeli rumah lagi di sebuah perumahan yang berpotensi untuk berkembang sebagai perumahan yang ramai. Rumah-rumah yang dibelinya di real-estate kemudian dijualnya dengan harga tinggi, tapi sebelumnya dikontrakkan beberapa waktu kepada orang lain. Aset-aset berupa tanah, rumah, dan benda-benda yang bernilai tinggi lain kemudian dijualnya satu per satu dan uangnya dihimpun untuk membeli sebidang tanah di pinggiran kota yang per meternya berharga murah. Di atas tanah itu kemudian didirikan bangunan sebagai pabrik pembuatan mi. Begitulah proses “mendirikan” pabrik mi itu berawal. Membeli aset sedikit-sedikit. kumpulkan, dan juallah untuk mendapatkan aset lain yang berharga murah. Begitulah awalnya sehingga Pak Acong menjadi orang yang sukses.

    Apa yang dilakukan oleh Pak Acong adalah salah satu contoh untuk mendapatkan aset yang bernilai besar. Namun, ada cara-caralain yangmungkin sebagian orang menganggap jitu dengan caranya sendiri. Misalnya, uang yang diperolehnya dari bisnis toko dibuat untuk memperbesar tokonya dengan membeli barang-barang keperluan toko. Uang itu dibelikan barang-barang “gangdo” yang kemudian dijual di kemudian hari bila harganya tinggi. Seorang customer saya yang lain, pada saat gula melimpah memborong gula itu dan menimbunnya hingga bergudang-gudang. Pada saat gula “langka” customer saya menjualnya sedikit demi sedikit. Membeli gula bisa menjadi aset, tapi memperoleh penghasilan di kemudian hari. Idealnya, jika bisa saya rumuskan bahwa disamping nantinya aset itu akan bernilai jual tinggi, aset itu juga akan memberikan penghasilan walau kita tidak bekerja. Aset-aset seperti inilah yang harus diburu. Mengapa tidak segera mencarinya?

    Rak Toko | Rak Minimarket | Rak Supermarket | Rak gudang

  • IX.3 ASET YANG MEGHASILKAN UANG

    Home > Membuka Toko > Bab 9 > Aset yang menghasil Uang
    PERLINDUNGAN ASET

    Seperti pada permulaan babini, bila ingin membeli aset, maka belilah aset yang
    menghasilkan uang. Aset yang menghasilkan uang tentunya akan dapat membantu meningkatkan keuangan pribadi Anda, tanpa harus mengganggu kelancaran arus uang yang ada di usaha Anda. Memisahkan antara uang yang ada di toko dengan uang yans akan ian sebagai aset perlu diperhitungkan juga. Jangan sampai uang yang akan Anda belikan aset itu merupakan modal yang dimiliki toko. Banyak sekali kesalahan yang dilakukan oleh customer saya mengenai hal yang satu ini. Selain membeli aset yang bop tanah, ataupun mobil, ia juga membeli barang-barang elektronik kebutuhan rumah tangga, seperti TV, kulkas, radio, dan VCD. Uang hasil berjualan bisa jadi setiap bulannya akan digunakan untuk membayar sekolah anak-anak, membayar rekening listrik, rekening * atau telepon, atau keperluan-keperluan Setelah sekian lama hal-hal itu dilakukan, tidak disadari akhirnya persediaan uang yang ada di toko menjadi berkurang. sebelumnya mampu untuk membeli barang sejumlah 1 tapi tiba-tiba hanya mampu untuk membeli barang 200 ribu. Itulah yang dapa memperparah kondisi toko dan baru disadari di kemudian hari.
    Seorang customer saya yang lain seperti Mas Rochim, memanfaatkan uang yang berasal dari keuntungan tokonya untukaset yang dapat dibelinya dengan mudah dan sekejap saja menghasilkan uang Misalnya, membeli alat Penggiling daging, tepung beras, dan kopi, serta alat pemarut kelapa. Alat-alat itu meskipun tidak bernilai tinggi tapi segera menghasilkan uang. Dan bila dihitung. menurut Mas Rochim modalnya akan kembali setengah tahun saja. Selebihnya Mas Rochim akan memetik hasil dari aset yang dibelinya itu. Jadi, memilih aset tidak harus berharga tinggi, tapi bisa pula yang berharga rendah dan menghasilkan uang setiap waktu.
    Berbeda dengan customer saya yang lokasi tokonya di sebuah desa. Dia membelanjakan uang keuntungan dari tokonya untuk membeli seekor sapi yang diharapkan akan beranak Pinak. Sapi yang beranak pinak itu akan “menjadi aset yang memberikan penghasilan di kemudian hari. Di samping itu, juga akan memberikan penghasilan kalau disewa seorang petani untuk membajak sawah. Pemikiran yang sederhana ini terkadang bisa dilupakan orang pada tempat tinggal yang berbeda. Apabila orang kota lebih menyukai tanah dan rumah sebagai aset orang ditempat lain mungkin bisa berbeda, tergantung dari kondisi masyarakat serta kebiasaan masyarakat sekitar. Kisah lain dari seorang teman saya di kantor dia tidak tertarik membeli sebuah rumah di perumahan sebagai aset atau investasinya. Tetapi lebih menyukai membeli tanah yang bisa ditanami apel, sayuran, dan buah-buahan lain di kota kelahirannya. Karena menurutnya uang yang saat ini digunakan untuk sepetak rumah di perumahan yang bertipe 36 bisa dibelikan tanah yang luasnya lumayan di desanya.
    Membeli aset yang dapat menghasilkan uang menurut saya bisa disesuaikan dengan situasi dan kondisi yang ada di sekitar rumah atau toko Anda. Berbeda lagi dengan seorang customer saya yang lain. Keuntungan toko yang diperoleh digunakan untuk membeli seperangkat peralatan pesta dengan pertimbangan bahwa alat-alat itu saat ini tidak ada yang mengusahakan. Peralatan pesta yang dibelinya lengkap mulai dari piring. kursi, tenda, sampai dengan peralatan audio. Dari peralatan ini, dia bisa mengembalikan sejumlah uang untuk membeli aset itu. Jadi membeli aset yang menghasilkan dapat Anda atur sendiri menyesuaikan dengan kondisi pasar saat itu. Di kota orang cenderung membeli rumah dan tanah sebagai asetnya. Orang desa bisa memilih tanah, atau binatang peliharaan sebagai asetnya. Akan tetapi, yang penting uang yang digunakan untuk membeli aset tidak berasal dari uang yang ada di toko milik Anda. Apabila uang itu merupakan aliran dana toko Anda, maka dapat dipastikan aset yang Anda beli itu akan menjadi bumerang yang merugikan.

    Rak Toko | Rak Minimarket | Rak Supermarket | Rak gudang

  • IX.2 BERTINDAK JELILAH DENGAN ASET ANDA

    Home > Membuka Toko > Bab 9 > Bertindak Jeli Dengan Aset Anda

     

    tumblr_mqd13c9hKE1r5fhn3o1_500

    Bertindak jeli pada aset yang Anda miliki sangat diperlukan untuk mengantisipasi kerugian yang semakin besar. Suatu saat Anda pasti telanjur membeli aset yang menurut Anda sangat murah dan menguntungkan. Tapi, apakah aset yang dibeli itu akan segera menghasilkan uang seperti yang diharapkan? Misalnya, membeli sebidang tanah yang menurut Anda murah, tetapi baru bisa menjualnya lima tahun kemudian, dengan harga menurut perkiraan akan tinggi. Bertindak jelilah seandainya tanah yang akan dibeli itu ternyata bukan di kawasan strategis atau daerah yang bisa berkembang menjadi suatu Permukiman dengan cepat. Anda pasti akan kecewa karena tidak mustahil menjual tanah tersebut akan sulit setelah membelinya. Alternatif yang bisa digunakan bila Anda in membeli rumah atau tanah “hanya” sekadar investasi tanpa mengharap penghasilan, sebaiknya Anda mendatangi departemen yang akan menjelaskan mengenai rencana pembangunan kota di tempat tinggal Anda.

    Memilih rumah tinggal dan tanah dilokasi yang kemungkinan besar akan berkembang dapat membantu Anda mengelola aset agar tidak rugi. Yang terpenting disini sebenarnya adalah membeli aset yang dapat menghasilkan. Untuk itu, bertindaklah jeli dengan aset yang akan Anda beli itu, karena aset itu meskipun tidak menghasilkan dalam jangka pendekakan menghasilkan untuk jangka panjang. Itulah yang akan menjadi sasaran utama, yaitu membeli asetyang sesuai dengan kantong dan keuntungan toko Anda. Dan aset yang Anda belipun tidak sampai menggoyahkan cash flow toko, meskipun aset itu berjenis aset tidur tidak menghasilkan apa-apa.

    Begitu pula aset-aset yang bukan berupa tanah atau rumah. Sebaiknya Anda segera menjualnya kembali jika memang aset itu tidak menguntungkan dan di kemudian hari harganya tambah merosot. Misalnya, wartel yang dibangun oleh customer saya tadi. Bila wartel dalam satu tahun masih belum bisa mengembalikan modal awal yang dikeluarkan, sebaiknya sebagai pemilik toko berpikir ulang untuk segera menjual aset itu atau mempertahankan. Kalau perlu membeli aset lain yang lebih banyak menghasilkan uang Atau kalau ternyata kehadiran wartel itu membuat toko banyak dikunjungi orang, tetapi pengembalian modal masih dua atau tiga tahun kemudian, Anda harus berpikir untuk mencari “solusi” memperbaiki atau menunjang aset itu dengan sarana lain supaya wartel yang Anda miliki dapat lebih menghasilkan. Misalnya, mungkin wartel tidak memiliki kipas angin sehingga membuat pelanggan Anda merasa tidak nyaman bertelepon. Sebaiknya, belikanlah kipas angin sebagai penunjang agar wartel memiliki banyak pengunjung.

    Bertindak jeli pada aset yang dimiliki adalah upaya kita agar tidak rugi dengan investasi yang telah dikeluarkan. Dengan hanya memberi sarana penunjang aset itu akan meningkatkan penghasilan. Begitu pula bila Anda mempunyai sebuah rumah untuk disewakan atau dikoskan pada orang lain. Tunjanglah aset Anda dengan bebera pasaranya hingga aset itu mampu memberikan penghasilan lebih. Bila selama ini wc dan kamar mandi di rumah yang Anda koskan hanya dua, Anda bisa menambahnya dua lagi supaya kebutuhan wC dan kamar mandi bisa terpenuhi, yang akhirnya memberi keyamanan bagi penyewa.

    Rak Toko | Rak Minimarket | Rak Supermarket | Rak gudang

  • IX.1 BELILAH ASET SETELAH TOKO UNTUNG

    Home > Membuka Toko > Bab 9 > Belilah Asat Setelah Toko Untung

     

    112308-1944-laporankeua3

    Bukanlah “basa-basi” bila Anda akan menginginkan sesuatu setelah melihat kenyataan toko Anda mengalami kemajuan pesat. Benda yang paling dekat dan serins menjadi impian adalah sepeda motor atau mobil, dan meningkat lagi adalah rumah tinggal yang cukup baik. Kemudian Andapun bermimpi untuk memiliki tanah yang berhektar-hektar luasnya. Semua impian itu bukanlah impian di siang bolong, untuk ukuran seseorang yang telah memiliki sebuah usaha. Anda pasti akan meraih impian itu Sayangnya, banyak sekali customer saya menjadi bangkrut akibat “ketergesaannya” untuk memiliki benda-benda itu. Di samping itu, customer saya menjadi “khilaf” karena tidak bisa membedakan antara benda yang bisa dibeli sebagai aset yang menghasilkan, dengan benda yang dibeli hanya sebagai aset yang pasif. Celakanya, toko yang kelihatan besar menjadi tolok ukur kemajuan usaha, lalu dengan tangkasnya membeli dengan cara membabi buta. Maksudnya untuk investasi, tapi akibatnya bahkan membuat cash flow tokonya terganggu.

    Membeli aset setelah toko untung adalah suatu tindakan yang aman bagi Anda sebagai pemilik toko. Masih ingat dengan Mas Jonet, yang akan membeli aset pada akhir tahun setelah perhitungan laba tokonya memadai. Ingat pada Bu H. Asti yang naik haji, semua itu dilalui setelah tokonya mengalami untung. Lebih hebat lagi, yang dilakukan oleh Pak Acong. Dia bahkan beberapa tahun sebelum tokonya menjadi besar tidak mau membeli aset apapun. Menurut perhitungannya, membeli aset yang menimbulkan kegoyahan pada toko, dapat merugikan perjalanan kemajuan toko itu sendiri. Toko yang semakin besar diperlukan modal yang cukup besar pula. Masalahnya sekarang bagaimana menggunakan modal yang sudah ada itu agar bertambah besar. Membeli aset memang salah satu caranya. Tapi, menurut Pak Aconglagi, sebaiknya membeli aset setelah toko betul-betul untung. Dan asety ang paling dekat dengan bisnis toko adalah rumah tinggal. Kalau tidak disewakan, bisa digunakan sebagai gudang. Disewakan sebagian dan dipakai sendiri bagian sisanya. Sehingga selain mendapatkan uang sewa, Anda juga bisa menggunakan sendiri.

    Kalau mau mengikuti ide yang disampikan oleh penulis buku The Richman in the Babilon bahwa untuk membeli aset, Anda harus mengumpulkan sepersepuluh penghasilan Anda. Dari penghasilan yang telah Anda kumpulkan itu, akhirnya Anda bisa meraih impian untuk membeli aset yang bisa menghasilkan uang. Dengan demikian, uang yang ada di toko akan aman dari gangguan untuk membeli aset. Lalu aset apa selain rumah dan tanah yang bisa memberi penghasilan?

    Untuk membeli aset yang memberikan penghasilan pada pemiliknya. di tiap kota tidaklah sama seperti kalau membeli aset di kota-kota besar. Dikota-kota kecil yang populer adalah sebidang tanah yang kemudian dikelola untuk mendapatkan sebuah penghasilan. Bila Anda berusaha di kota-kota yang tanahnya subur untuk ditanami, tanah ideallah yang menjadi aset bagi Anda. Bila Anda berusaha di kota pelajar, yang kebetulan tidak jauh dengan kampus yang besar, rumah tinggallah yang akan menjadi aset bagi Anda. Sementara itu, Anda yang berusaha di kota-kota besar selain rumah tinggal dan tanah, “lokasi parkir” pun dapat menjadi aset karena akan memberikan penghasilan. Seorang teman saya rela membuanguangnya hanya untuk membeli sebuah “WC” dan “kamar mandi” di sebuah pasar dan terminal. Karena apa? Karena WC dan kamar mandi itu sebagai aset yang memberi penghasilan lumayan tanpa harus bekerja. Begitupula stan-stan pasar yangbaru dibangun, bila Anda telah memiliki “untung” berhak untuk memburunya. Belum lagi bila Anda telah memiliki keuntungan bermiliarmiliar dari toko yang telah berkembang menjadi toko serba ada. Anda tentunya akan menyukai sebuah bisnis waralaba sebagai aset yang memberi penghasilan cukup untuk melebarkan sayap toserba Anda. Semua itu bukan impian di siang bolong. Semua tergantung pada Anda, bagaimana mengelola aset yang Anda beli itu agar dapat memberi penghasilan yang maksimal.

    Sekarang masalahnya, Anda harus pandai-pandai mengukur sejauh mana toko Anda telahmemperoleh keuntungan. Agar toko Anda tidak terganggu cash flow-nya, kunciutamanya Anda harus benar-benar menghitung jika toko Anda telah untung. Sebaliknya, bila tidak untung janganlah mencoba untuk membeli aset. karena akan mengganggu aliran dana toko Anda. Seorang customers aya tokonya ambruk. tidak bisa membayar pada supplier maupun toko agen yang memasoknya, karena terburu-buru membeli aset. Apalagi aset yang dibelinya adalah aset “bobok” sehingga terjadi ketidakseimbangan antara pemasukan dan pengeluaran. Setelah tidak dapat melengkapi barang-barang yang ada di toko, barulah disadari kalau konsumen itu menjadi banyak jika barang yang dijual itu lengkap. Kalau toko Anda tampak bolong, siapa yang akan datang ketoko Anda, yang tidak tampak”semarak” itu.

    Rak Toko | Rak Minimarket | Rak Supermarket | Rak gudang

  • IX BELILAH ASET YANG SESUAI

    Home > Membuka Toko > Bab 9 

     

    DIAGRAMASET

    Belilah Aset yang Sesuai

    Beberapa orang mengatakan bahwa semua yang menjadi miliknya adalah aset. Rumah, tanah, mobil,sepeda motor, dan semua benda yang bernilai tinggi dikatakan sebagai aset. Dalam uraian ini saya tidak mengartikan aset itu seperti yang dipandang beberapa orang. Aset menurut pengertian “beberapa” pemilik toko adalah apa yang kita miliki seperti rumah atau tanah, sebagai suatu benda yang dapat menguntungkan. Dalam pengertian, benda-benda itu akan memberikan penghasilan walau kita tidak bekerja. Misalnya, rumah yang Anda miliki berada di lokasi strategis, seperti di dekat pasar, di tepi jalan raya yang ramai, di lokasi dekat dengan kampus. Rumah tersebut akan memberikan penghasilan pada Anda karena dapat dijadikan sebuah ruko yang kemudian disewakan pada orang yang membutuhkan. Rumah itu bisa juga dijadikan sebagai rumah kos yang akan menghasilkan uang meskipun pemiliknya tidak bekerja. Begitu pula dengan tanah yang baru saja Anda beli. Tanah Anda pun dikatakan sebagai aset jika kemudian diolah dan menghasilkan uang. Sebaliknya, bila tanah Anda “hanya dibeli” tetapi tanpa digarap, dan Anda hanya mengharapkan tanah itu akan mengalami kenaikan harga di kemudian hari, maka tanah tersebut bukanlah aset yang produktif karena tidak menghasilkan uang dalam jangka pendek.

    Aset menurut seorang customer lain. adalah benda yang bernilai tinggi yang bisa memberikan penghasilan untuk pemiliknya. dan untuk masa kedepannya nilai jual benda relatif tinggi. Mobil yang Anda miliki juga akan menjadi aset, bila Anda menyewakan mobil tersebut untuk menghasilkan uang, dan kemudian menjualnya dengan harga yang menguntungkan. Atau Anda membeli seperangkat komputer untuk melengkapi “artel, itu pun sebuah aset karena akan memberi penghasilan untuk Anda, walau dengan harga komputer tersebut akan menyusut” ketika menjualnya. Kalau bisa saya rumuskan pengertian aset di sini adalah benda yang bernilai tinggi yang akan memberikan penghasilan pada kita tanpa kita harus bekerja Penghasilan yang kita terima pun Penghasilan rutin, bukan dari nilai bendayan kita jual dikemudian hari. yang

    Lebih baik lagi bila Anda membeli aset yang dapat menambah ashin flow toko. Cash in flow yang didapat dari aset akan memperbesar toko. Pak Acong setelah melewati dua tahun usahanya memikirkan hal ini Mengapa dia berpikir begitu? cash in flow harus beribu-ribu kali lipat melewati cashout flow. Aset yang Anda beli yang tidak menghasil apa-apa akan sangat merugikan bagi usaha toko, bila Pembeliannya memakai uang keuntungan usaha tersebut.

    Seorang customer pada tahu membuka toko, keadaan tokonya ST. oleh Pengunjung. Dana yang mengalir . tokonya masih minim, dia berpikir bagaimana agar tokonya bisa memiliki Pengunjung yang banyak. Yang pertama dipikirkan adalah membangun wartel yang bertujuan untuk memancing agar banyak pengunjung datang ke tempatnya. Aset yang dibelinya adalah seperangkat peralatan wartel, yang diperkirakan dalam setahun modal akan kembali. Investasi dengan mendirikan wartel di muka toko atau di samping toko itu merupakan aset yang akan memberi penghasilan. Sejak didirikan wartel, toko tersebut mulai ramai dikunjungi oleh konsumen. Selain itu, wartel yang didirikan akan menjadi sumber dana potensial bagi perkembangaan toko. Orang-orang yang bertelepon tentunya akan membayar tunai. sedangkan pemilik toko akan membayar rekening tagihan pada akhir bulan. Dengan demikian, sebelum membayar tagihan itu terdapat idle money atau uang menganggur, yang bisa dimanfaatkan oleh pemilik toko sebagai sumber dana.

    Berbeda dengan customer yang lain. Dia membeli aset sebuah rumah kecil bersebelahan dengan tokonya, kemudian membukanya sebagai usaha persewaan VCD bersama seorang saudaranya dengan cara bagi hasil. Persewaan VCD bagus sekali untuk mendampingi toko yang Anda miliki. Dari hasil persewaan kaset VCD ini akan mengalir dana masuk yang lumayan untuk memperbesar toko.

    Menurut saya, sebaiknya Anda jangan membeli aset yang tidak memberikan penghasilan tambahan pada keuangan Anda. Membeli rumah yang tidak dimanfaatkan akan menambah kewajiban, seperti harus membayar rekening listrik, telepon, air. pajak bumi dan bangunan, dan biaya-biaya untuk renovasi kalau rumah butuh perbaikan. Kalau Anda jeli menghitungnya, berapa kerugian yang akan diderita dengan membeli aset yang tidur itu. Begitu pula bila membeli sebuah mobil tanpa digunakan, Anda tetap akan memiliki kewajiban untuk membayar pajak kendaraan maupun bunga dibank bila membelinya secara kredit.

    Membeli aset yang sesuai di sini dimaksudkan agar aset yang dibeli itu dapat memperbesar toko Anda. Aset yang Anda beli itu sebaiknya tidak menimbulkan suatu kewajiban yang harus dibayar, melainkan selalu memberi penghasilan secara terus menerus. Aset itu tidak pula mengganggu aliran dana di usaha toko milik Anda, tetapi menambahnya serta mendukungnya.

    1. Belilah Aset Setelah Toko Untung

    2. Bertindak Jelilah dengan Aset Anda

    3. Aset yang Menghasilkan Uang

    4. Selalu Perlukah Membeli Aset ?

    5. Mengendalikan Kewajiban yang Harus Dibayar

    Rak Toko | Rak Minimarket | Rak Supermarket | Rak gudang

  • VIII.12 MEMPERSIAPKAN GENERASI PENERUS

    Home > Membuka Toko > Bab 8 > Mempersiapkan Generasi Penerus

     

    Selamat Datang Generasi Penerus

    Pencari kerja setiap tahunnya bertambah. Banyak pencari kerja yang tidak tertampung di bursa kerja, perusahaan, atau instansi-instansi pemerintah. Suatu saat akan meledak menjadi massa yang sangat berbahaya. Pemerintah rasanya sudah sulit untuk mengatasi pengangguran ini, apalagi stelah krisis yang berkepanjangan. Bagaimana solusinya?

    Seharusnya sekolah kita tidak mengajarkan muna mundays untuk mencari pekerjaan setelah lulus nanti, tapi sebaliknya menciptakan suatu pekerjaan. Yang saya alami juga ternyata di sekolah tidak mengajarkan bagaimana kita menjadi sukses. Sekolah juga tidak mengajarkan kita untuk mandiri atau memiliki usaha sendiri, tapi sebaliknya sekolah mempersiapkan kita untuk menjadi pegawai orang lain. Tergantung pada orang lain, pada negara, atau negara orang lain. Berapa banyak pencari kerja yang harus tergantung pada orang lain. Setelah bekerja pun, berapa banyak pegawai yang menjadi beban negara pada saat pensiun. Dan berapa banyak TKWTKI yang tergantung pada negara lain. Kesimpulannya, hanya sedikit generasi penerus yang berani untuk berwirausaha walau hanya sekadar membuka toko.

    Bagaimana dengan etnis Tionghoa seperti Pak Acong? Pada saat mereka masih “anakanak”, orangtua tak pernah membiarkan anak-anaknya bermain-main secara liar di luar pagar rumah. Pada saat liburan sekolah, anak-anaknya diajak ikut ke toko. Entah mereka hanya melihat-lihat para konsumen yang membeli barang, atau membantu menerima uang dari pembeli, ikut melayani konsumen, atau hanya duduk-duduk sambil membaca komik Crayon Sinchan. Orang tua hanya ingin anak-anaknya mengetahui bahwa ternyata mencari uang itu amat susah, dan bisa diupayakan dengan cara berdagang.

    Pak Acong setelah lulus dari perguruan tinggi pernah bingung dan putus asa untuk mendapatkan sebuah pekerjaan. Dan setelah mendapatkan, dia pun tidak berangan-angan untuk terus menjadi pegawai orang. Pada saat bekerja uangnya dikumpulkan sedikit demi sedikit dan setelah terkumpul dibuat untuk modal usaha. Saudara-saudaranya pun melakukan demikian. Bekerja pada orang lain hanyalah sebagai sarana untuk belajar dan menimba ilmu tentang usaha yang dijalaninya. setelah matang, merekapun akan mendirikan usahanya masing-masing.

    Mempersiapkan generasi penerus di sini tidak harus dengan cara “memaksa” agar mereka mau melanjutkan usaha kita. Anak anak telah memiliki pendidikan lebih baik daripada ayahnya, mereka bahkan menuntut ilmu sampai ke luar negeri. Anak-anak mempersiapkan dirinya menjadi orang-orang profesional dibidang usaha yang digelutinya kelak. Apakah generasi penerus tersebut akan menggantikan mengelola toko ayahnya atau tidak, semuanya tergantung pada keinginan mereka.

    Toko yang dikelola dengan baik akan berkembang menjadi toko yang besar, misalnya supermarket atau menjadi suatu pabrik Generasi penerus bisa “menyelamatkan” usaha ayahnya dengan konsep-konsep yang baru. Bisa jadi, toko yang dimiliki merangkap sekaligus sebagai distributor suatu produk. Atau, toko sebagai agen yang akan mendistribusikan produk produk sendiri. °perti produk mie, tisu, pembalut wanita, atau Produk sabun. Jadi, ayah dan anak bersinergi membuat usaha yang semakin besar. Bukan sebaliknya, anak-anak dari generasi penerus epat menjatuhkan usaha ayahnya yang telah dirintis berpuluh-puluh tahun, dengan cara berfoya-foya. Banyak sekali perusahaan yang Pada awalnya hanyalah sebuah usaha kecil kemudian menjadi semakin besar. Semua : tergantung bagaimana cara Anda dalam mempersiapkan generasi penerus. Generasi peneruslah yang akan membangun Indonesia baru. Seperti pada konsep bisnis yang ditulis saudara Andreas Harefa, pada “visi” menyongsong membangun Indonesia baru tahun 2045, Indonesia membutuhkan wirausaha-wirausaha mandiri yang tidak terlibat praktek korupsi, kolusi, dan nepotisme. Tetapi, perjuangan dari bawahlah usaha itu dimulai, sehingga “toko” akan menjadi salah satu pilihan “cikal bakal” menuju usaha yang lebih besar.

    Rak Toko | Rak Minimarket | Rak Supermarket | Rak gudang

  • VIII.11 TIDAK MEMBAYAR JIKA BARANG BELUM HABIS

    Home > Membuka Toko > Bab 8 > Tidak Membayar jika Barang Belum Habis

     

    img481-1313329946

    Sebelum membeli barang Pak Acong akan menyeleksi barang-barang yang akan dibelinya. Dia akan menyediakan uang tunai untuk barang-barang yang laku keras. Dan meminta kredit untuk barang-barang slow moving. Barang barang yang kurang laku biasanya oleh perusahaan dijual secara konsinyasi. Keberadaan barang konsinyasi harus diperhatikan karena seringkali pemilik toko tidak memikirkan akibatnya, jika kelak barang itu tidak laku. Misalnya pada saat sales. man atau kolektor datang menagih, pemilik toko langsung membayarnya. Menurut Pak Acong, carademikian sangat merugikan. Uang tunai yang digunakan membayar akan mengganggu cash flow karena berhenti menjadi barang yang kurang laku itu.

    Anda sebagai pemilik toko harus memperhatikan betul masalah ini karena toko yang terlalu penuh dengan barang-barang tidak laku akan sulit berkembang bila modal toko sangat minim. Untuk mengatasi persoalan ini Anda harus melakukan nego dengan salesman sebelum melakukan pembelian. Barang yang dibeli secara titipan harus Anda perhatikan, dan Anda harus membayarnya lunas jika barang itu telah habis. Apabila selalu memegang teguh perjanjian dengan pen toko maka salesman tidak akan menagih jika barangnya belum habis. Yang menjadi kendala adalah salesman yang semula berkunjung ke toko Anda telah digantikan dengan salesman lain.

    Untuk mengatasi hal tersebut Anda harus membuat stempel yang berbunyi “konsinyasi” dan mencapkan pada faktur penjualan saat dikirim. stempel tersebut bisa mengingatkan Anda suatu ketika bila seorang salesman datanguntuk menagihnya. Anda berhak id.: membayar sebelum barang yang dititipkan itu terjual semua sesuai dengan kesepakatan sebelumnya.

    Memberikan tanda cap atau menulis dengan kata “konsinyasi” mencegah timbulnya perdebatan yang disebabkan kekurangmenger. tian pada kesepakatan awal. Sedikit pen salaman saya mengenai persoalan tersebut Waktu itu saya datang bersamaan dengan seorang kolektor dari suatu perusahaan ke seorang coustomer. Karena keperluan saya hanya melihat-lihat rak pajangan produk, maka saya persilakan pemilik toko untuk melayani si kolektor. Tidak lama kemudian, antara kolektor dan pemilik toko “bersitegang” mengenai masalah pembayaran. Menurut penagih barang-barang yang dijual oleh perusahaan tidak pernah dijual dengan cara dititipkan, tetapi dengan cara kredit putus. Sebaliknya, pemilik toko mengatakan bahwa salesman yang menjual barang-barang itu ke tokonya dengan cara konsinyasi.

    Pemilik toko terus ngotot karena merasa barang itu dijual dengan cara titip saja, setelah semuanya laku akan dibayar. Akhirnya, saya menengahinya, dan dengan terpaksa pemilik toko membayar semua tagihan itu dengan lunas. Pemilik toko kalah karena tidak teliti dengan pernyataan difaktur penjualan tersebut bahwa semua barang yang dijual oleh perusahaan itu hanya dijual dengan carak redit atau tunai.

    Menurut Pak Acong, bila Anda memiliki stempel atau menuliskan kata titipan pada faktur tentu Anda tidak akan menyelesaikan itu sebagai pihak yang kalah, sebaliknya Anda telah memiliki bukti bahwa barang yang Anda terima betul-betul sebagai barang titipan. Bagi perusahaan, masalah ini bisa menjadi hambatan bagi perkembangan produknya karena banyak toko yang akan merasa tertipu. Tapi bila salesman telah melaksanakan. sesuai dengan perjanjiannya. maka masalah ini akan jelas dan tidak ada yang saling dirugikan.

    Rak Toko | Rak Minimarket | Rak Supermarket | Rak gudang